WhatsApp sering menjadi tempat pelanggan bertanya harga, memesan, dan meminta bukti pembayaran. Karena itu, kirim nota lewat WhatsApp dapat membuat pengalaman setelah transaksi lebih praktis.
Siapkan transaksi dengan benar
Sebelum menekan tombol kirim, pastikan nama customer, nomor WhatsApp bila tersedia, item, jumlah, diskon, dan metode pembayaran sudah benar. Data yang rapi di awal mengurangi kebutuhan koreksi setelah pesan terkirim.
Ikuti flow empat langkah
- Buat transaksi. Pilih produk atau jasa dan masukkan pembayaran.
- Nota Digital dibuat. Invoice menyusun rincian dan total transaksi.
- Buka invoice. Cek kembali nama customer dan detail item.
- Klik Kirim WhatsApp. Periksa pesan di WhatsApp, lalu kirim kepada pelanggan.
Flow ini cukup singkat untuk transaksi kasir dan tetap memberi kesempatan memeriksa detail sebelum pesan dikirim.
Buat pesan yang membantu pelanggan
Pesan nota sebaiknya mencantumkan nama usaha, nomor invoice, item, total, status pembayaran, dan tautan nota jika tersedia. Hindari paragraf panjang karena pelanggan biasanya hanya perlu memastikan transaksi.
Nota WhatsApp yang baik membuat pelanggan bisa menjawab satu pertanyaan penting: “Transaksi saya ini totalnya berapa dan untuk apa saja?”
Bagaimana jika pelanggan meminta cetak?
Simpan invoice tetap tersedia di riwayat. Dari sana, pemilik usaha dapat mencetak invoice atau mengunduhnya sebagai JPG sehingga pilihan digital tidak menghilangkan opsi kertas.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah nomor WhatsApp customer wajib diisi?
Tidak wajib, tetapi nomor membantu membuka pesan WhatsApp dengan tujuan yang tepat.
Apakah customer harus punya akun Nota Digital?
Tidak. Customer cukup menerima ringkasan atau link nota dan membukanya tanpa login.
Pelajari fitur Nota Digital untuk membuat invoice, mengirimnya, dan menyimpan riwayat transaksi.
Lihat nota WhatsApp